Penghitungan Suara Hasil Pemilu 2014 Gunakan e-Counting

pemiluJakarta, BeritaPrima.com — Komisi Pemilihan Umum berencana untuk menggunakan sistem penghitungan elektronik alias e-counting dalam Pemilu 2014. Setidaknya ada dua alasan yang mendasarinya.

Pertama, mencatat hasil di tingkat tempat pemungutan suara secara cepat. Upaya ini untuk menjawab keingintahuan publik yang tinggi, dan mendapatkan hasil dengan cepat.

Kedua, membangun satu sistem yang standar atau fungsi kontrol dengan penghitungan-penghitungan, mulai terbawah yaitu kelurahan dan kecamatan menggunakan teknologi dan informasi (TI).

“Sehingga, potensi terjadi kekeliruan kecil, serta kecepatan dan keakuratan bisa lebih tercipta,” kata anggota KPU, Hadar Nafis Gumay, di kantornya, Jakarta, Jumat 13 September 2013.

Hadar menjelaskan, jika menggunakan penghitungan manual, biasanya KPU membutuhkan waktu kurang lebih satu bulan. Namun, dengan sistem e-counting, KPU hanya membutuhkan beberapa hari atau bahkan cukup satu hari.

“Kalau kami mencatat dengan cepat dan akurat, proses manualnya kan harusnya sama, kecuali ada perubahan-perubahan resmi. Jadi pergeserannya tidak banyak,” ujarnya.

Hadar menambahkan, KPU sudah bekerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Namun, sejauh ini, BPPT baru memberikan alternatif-alternatif sistem untuk e-counting. Sedangkan KPU belum memutuskan.

“Kami sudah mulai mempersiapkan. Ada usulan yang masih sangat umum dari BPPT. Kami masih membahasnya,” tuturnya.

About Author

beritaprima.com

BeritaPrima.com merupakan portal berita utama nasional yang lebih mengedepankan aktualitas dan ketajaman dalam mengungkapkan fakta di lapangan.

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*